Langsung ke konten utama

Tanda Kemunculan Dajjal (Bagian 3)

 


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya.

Sahabatku yang dimuliakan Alloh kita akan mencoba rangkum apa si tanda kemunculan Dajjal, setelah munculnya zaman yang penuh dengan tipu daya, jadi sahabatku dimanapun berada kemunculan Dajjal diawali dengan zaman yang penuh tipu daya Tanda Kemunculan Dajjal (Bagian 1) Tahun - tahun Penuh Tipu Daya dan dimana Agama dan Ilmu Pengetahuan mengalami Krisis Tanda Kemunculan Dajjal (Bagian 2) Kemunduran Ilmu Dan Krisis Agama

Dan kita sekarang menuju ke pembahasan ketiga yaitu Dajjal muncul setelah Perang Besar, inilah tanda kemunculan Dajjal dari segi Futuristik dan ini salah satu Mukjizat Nabi bahawa Nabi sudah mengabarkan apa yang akan terjadi diwaktu yang akan datang.

Apakah konflik-konflik yang ada pada saat pengumpulan kekuatan Amerika dan China sempat terpancing dan seterusnya apakan ini termasuk tanda menuju Perang Besar Akhir Zaman, Wallahu a’lam tetapi Nabi sudah mengabarkan.

Makmur atau kemakmuran Baitul Maqdis itu tanda hancurnnya kota Yasrib (Madinah), jadi apabila Baitul Maqdis (Palestina) makmur justru hal tersebut adalah tanda hancurnya Madinah. Dan hancurnya Madinah itu tanda akan terjadinya Malhamah (Perang Besar Akhir Zaman).

Jadi apabila disaat sekarang ini Palestina masih konflik dan seterusnya disatu sisi menunjukan bahwa sebenarnya perang besar akhir zaman masih berjarak cukup lama, tetapi juga bukan berarti kita mendiamkan saudara kita di Palestina (jangan keliru mengambil kesimpulan)


Kunjungi Sejarah Konflik Palestina Sejarah Baitul Maqdis - Akar Krisis Palestina dan Sejarah Baitul Maqdis - Solusi Krisis Palestina

Karena nanti beda antara kabar yang disampaikan oleh Nabi dengan kewajiban yang mesti kita tunaikan, kabarnya apabila Baitul Maqdis itu makmur Madinah hancur, tetapi kita juga jangan membiarkan Baitul Maqdis agar tidak makmur ini adalah tanggung jawab kita sebagai seorang muslim kepada saudara kita yang di Palestina.

Kemudian disebutkan kemakmuran Baitul Maqdis tanda hancurnya Madinah, hancurnya Madinah tanda munculnya Malhamah (Perang besar akhir zaman) dan munculnya Malhaman adalah tanda akan ditaklukannya Konstantiniah.

Konstaninopel kalau hari ini menjadi pusatnya adalah Roma (Italia) pusat dari Agama Kristen / Katolik kelak akan ditaklukan, ketika Konstantiniah sudah ditaklukan Dajjal akan muncul.

Jadi apabila diurutkan adalah Kemakmuran Baitul Maqdis Palestina makmus Madinah justru mengalami kemunduran, ketika Madinah mengalami kemunduran maka akan terjadi Perang Besar Akhir Zaman, ketika terjadi Perang Besar Akhir Zaman maka akan ditaklukan Konstantinopel (Roma disaat ini), ketika Konstantinopel ditaklukan disitulah Dajjal akan keluar.

Tetapi disaat dimana memang dunia dipenuhi dengan keDzoliman penuh dengan Fitnah, maka seakan-akan kemunculan Dajjal itu justru seperti Solusi kebanyakan orang mengira bahwa Dajjal itu adalah Solusi.

KRONOLOGI KEMUNCULAN DAJJAL

Kiamat tidak akan terjadi sampai bangsa Romawi itu akan turun disuatu tempat di Syam sekarang masuk diwilayah Suriah, jadi orang Romawi menyebar ke Eropa kemudian ke Amerika, jadi ketika kita berbicara tentang Romawi disitu ada bangsa Eropa dan bangsa Amerika.

Mereka turun di kota Dabiq yang tereletak dekat Alepo, jadi orang atau pasukan Amerika bahkan multinasional yang termasuk Eropa akan berkumpul di Dabiq untuk berhadapan dengan Kaum Muslimin.

Karena pada waktu itu kita ingat kronologinya adalah ketika zaman sudah terjadi perubahan Global, nanti mungkin kekufuran Dunia itu sudah mendominasi keDzoliman sudah dimana-mana dan seterusnya.

Ini kondisi yang terjadi pada waktu itu bahkan bukan tidak mungkin peradaban dunia itu sebenarnya sudah kembali ke peradaban tradisional. Karena diawali nanti mungkin ada keadaan dimana teknologi tidak bisa difungsikan dan seterusnya.

Pendudukan / Infasi bangsa Romawi (Amerika & Eropa) di Dabiq itu kemudian dihadapi dilawan oleh pasukan dari Madinah disebut oleh Nabi termasuk diantara sebaik-baik penduduk Bumi pada waktu itu adalah pasukan yang akan melawan pasukal Romawi di Dabiq ini.

Dalan bahasa Bibel pertempuran akhir zaman ini disebut ARMAGEDDON jadi bukan hanya Islam saja yang memahami akan terjadi perang Akhir Zaman ini.

Kemudian disebutkan oleh Nabi, ketika mereka sudah berbaris dari apa yang digambarkan oleh Nabi tadi perang akhir zaman akan kembali kepada perang Linier, kalau hari ini ada perang Asimetris (tidah harus berhadapan) dengan kecanggihan Teknologi orang bisa dilakukan dengan Remot atau Komputer dan seterusnya.

Tetapi kelak kita akan tengok mereka akan berShoft-shoft berarti kembali perang berhadap-hadapan.

Ketika pasukan Madinah itu siap mengahadapi pasukan Romawi tadi maka Romawi mengajak Negosiasi yang katanya hanya memerangi orang yang menawan pasukan Romawi, seperti sekarang mereka bahasakan Melawan Teroris bukan umat Islam tetapi faktanya yang dilawan Umat Islam.

Hampir mirip, “ijinkan kami melawan orang-orang yang memerangi kami bukan memusuhi orang Islam kami hanya akan melawan orang yang menahan saudara kami” – kata orang Romawi seperti itu.

Dan dijawab oleh pasukan Madinah itu “Tidak bisa, Demi Alloh tidak akan kami biarkan kalian memerangi saudara-saudara kami”, Royalitas seorang muslim pada saat itu sangat tinggi, kalau hari ini dengan Amerika mengatakan Melawan Teroris umat Islam malah Membantu.

Umat Islam membantu musuh Islam untuk memerangi Islam hanya saja judulnya “War on Terorism”

Akhir Zaman menarik ketika Romawi mengajak Negosiasi umat Islam menolak dengan tegas, kalau saja pada saat ini umat Islam bisa bersikap seperti itu Insyaa Alloh kuat, saat ini ada settingan yang seolah-olah menjadi musuh Islam itu sendiri.

Memang mereka mensetting bagaimana umat Islam itu saling bermusuh-musuhan, benci membenci, dan seterusnya dan ternyata termakan dengan Politik, sebagian umat Islam diinjak dan ditekan seperti membelah bamtu.

Musuh Islam memperlakukan Islam seperti itu satu diinjak dan ditekan dengan berbagai macam tuduhan tetapi yang lain dikasih bantuan dikasih fasilitas dikasih penghargaan dan seterusnya.

Yang lain “ini Islam Radikan, ini Islam garis keras, dan berbagai macam nama yang buruk akhirnya yang diangkat memusuhi yang diinjak, kalau saja kalau kondisi Umat seperti yang digambarkan Nabi pada saat itu kelak akhir zaman umat Islam Royalitasnya tinggi.

Makanya hari ini kita mulai dengan muslim yang lain bersaudara jangan mudah terprofokasi berusaha berlapang dada dengan perbedaan yang ada selama perbadaan itu yang bersifat Ijtihad maka kita terima saja bahwa saudara kita mempunyai keyakinan ini itu.

Tetapi dengan catatan masih dalam koridor Ahlussunah Waljama’ah kita masih saudara, sekalipun kita berbeda mari kita bersinergi saling tolong menolong dalam berbuat kebaikan dan ketaqwaan Insyaa Alloh Islam kuat.

Kita belum disakiti saja sudah benci dengan adanya kata-kata dari orang lain, “fulan pemikirannya begini begitu, aliran begini begitu” padahal kita sendiri belum pernah dirugikan tetapi begitu diprofokasi seperti itu langsung benci dengan si fulan.

Perang besar akhir zaman itu terjadi sudah digambarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam seperti apa si berdasarkan hadits perang akhir zaman, maka terjadilah pertempuran diantara mereka (Romawi dan Umat Islam) sepertiga pasukan Islam itu melarikan diri begitu dahsyatnya pertempuran sampai sepertiga dari pasukan Islam itu sendiri melarikan diri, dan mereka itulah yang taubatnya tidak diterima oleh Alloh selama-lamanya.

Disetiap zaman muncul orang-orang munafik seperti itu bahkan di akhir zaman, dan sepertiga pasukan Islam terbunuh merekalah Syuhada-syuhada terbaik disisi Alloh, sudah ditunjukan betapa Dahsyatnya pertempuran sepertiga melarikan diri sepertiga terbunuh, inilah Malhama tul kubro atau Armageddon perang akhir zaman.

Ibnu Mas’ud pernah menceritakan dari 100 orang yang berperang yang terbunuh 99 orang, kata beliau Ghonimah tidak membuat mereka bahagia sekalipun membawa harta banyak apalah artinya bisa jadi anak laki-lakinya meninggal, saudara laki-lakinya meninggal mungkin pamannya dan seterusnya karena dari 100 orang yang berperang yang selamat hanya 1 orang.

Maka disebutkan sepertiga pasukan Islam mendapatkan kemenangan dan mereka tidak mendapatkan Fitnah lagi selama-lamanya dan kemudian mereka akan menaklukan Roma atau Italia.

Penaklukan Roma Inilah kemenangan Akhir Zaman dan cara penaklukannya pun menarik, sudah disebutkan oleh Nabi, beliau pernah bertanya kepada para sahabat “kalian apakah pernah mendengar suatu kota yang separuh ada didaratan separuh ada dilautan”

Ketika itu para sahabat menjawab “ya betul Rosululloh, kami pernah mendengarnya” dan ternyata kota yang separuh ada didaratan dan separuh ada dilautan itu adalah kota Venesia (Venice) yang ada di Italia.

Beliau kemudian bersabda “kiamat itu tidak akan terjadi sampai kota tersebut akan ditaklukan 70.000 pasukan dari Bani Ishaq” lalu apa yang dimaksud Bani Ishaq, jadi ada Bani Ishaq dan Bani Ismail keduanya adalah putra Nabi Ibrahim keturunan Ismail salah satunya adalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan bangsa Arab, kemudian keturunan Ishaq adalah keturunan terakhir Isa bin Maryam dan orang-orang nasrani itu adalah Bani Ishaq.

Ternyata yang besok akan menaklukan Vatikan Roma Italia justru adalah orang-orang keturunan Ishaq yang masuk Islam, mungkin saat ini mereka yang mengimani bahwa disana pusat kegiatan keagamaan mereka justru kelak diakhir zaman dikabarkan oleh Nabi mereka pula yang akan menaklukannya untuk kaum Muslimin.

Kita tidak tahu sekarang yang menjadi musuh kaum muslimin malah jadi penolong bagi kaum muslimin itulah Hidayah, setelah itu mereka begitu sampai dikota tersebut tidak berperang dengan pedang tidak berperang dengan tombak hanya dengan mengucapkan Takbir umat Islam yang berjumlah 70.000 hanya mengucapkan “lailahaillallohu allohu akbar”

Kota yang separuh ada dilaut dengan mudah ditaklukan hanya dengan takbir sudah menggetarkan penduduk dan menyerahkan diri. Pada akhirnya semua penduduk keluar dan umat Islam menguasainya dan dibagilah Ghonimah.

Dan dimoment itulah Dajjal keluar

Link Video : Tanda Kemunculan Dajjal (Bagian 3)

SEMOGA BERMANFAAT

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Komentar