اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya.
TIDUR MEMBATALKAN WUDHU
Bagi yang mengantuk saat jum'atan..
الرأي الأول ـ للحنفية والشافعية: أن النوم الناقض للوضوء هو الذي لم تتمكن فيه المقعدة من الأرض، أو النوم مضطجعا أو متكئا أو منكبا على شيء؛ لأن الاضطجاع ونحوه سبب لاسترخاء المفاصل. فإن نام قاعدا ممكنا مقعدته من الأرض كأرض وظهر دابة سائرة، لم ينتقض وضوءه.
Pertama : pendapat madzhab Hanafi dan Syafi'i : bahwa tidur yang membatalkan wudhu adalah, tidur yang tidak kokoh dalam tempat duduknya, atau tidur sambil berbaring miring, atau terlentang, atau bertelekan, atau bersandar kepada sesuatu. Karena tidur dengan terlentang dan semisalnya merupakan sebab relaksasi persendian, adapun jika tidur dengan duduk kokoh seperti duduk di tanah atau diatas punggung kendaraan, maka tidak membatalkan wudhu.
الرأي الثاني ـ للمالكية والحنابلة: أن النوم اليسير أو الخفيف لا ينقض، والنوم
الثقيل ينقض.
وعبارة المالكية: النوم الثقيل ولو قصر زمنه ناقض للوضوء، أما النوم الخفيف ولو طال
زمنه فلا ينقض. والثقيل: ما لا يشعر صاحبه بالأصوات، أو بسقوط شيء بيده، أو سيلان ريقه
ونحو ذلك
Pendapat kedua : menurut madzhab Maliki dan Hambali : bahwa tidur ringan tidak membatalkan wudhu, dan tidur beratlah yang membatalkan wudhu.
Malikiyah memberi penjelasan : tidur berat itu meski sebentar dapat membatalkan wudhu, sedang tidur ringan meskipun lama tidak membatalkan wudhu. Kategori tidur berat adalah : jika si pelaku tidak lagi mendengar suara, atau tidak lagi merasa ketika sesuatu jatuh dari tanganya, atau tidak merasa air liurnya keluar dan yang lainya.
Jika merasakan apa yg dipaparkan lebih baik wudhu kembali, namun alangkah baiknya jika bisa menahan ngantuk.
SEMOGA BERMANFAAT
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Komentar
Posting Komentar