Langsung ke konten utama

Kultur Kehidupan Orang Beriman

 

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya.

 

Kita pada kesempatan kali ini akan menyampaikan sebuah tema yang sebenarnya Tema ini menasehati kepada diri anak secara pribadi.

Tema ini adalah tema yang kita ambil dalam bentuk kalimat istifham kalimat pertanyaan apa sih yang kita cari selama ini Dalam kehidupan?

Mungkin banyak di Antara kita yang mencoba untuk menerka isi tema pada materi ini tentang apa.

mungkin ada yang menerka oh ini tentang jodoh kalau ada yang menjawab jodoh. Maaf jawaban anda salah. Kalau ada yang memikirkan bahwasanya apa yang kita cari selama ini adalah tentang bahagia. Kalau itu yang terpikir, maka itu bukan pula yang menjadi materi kita.

Tetapi materi kita berbicara tentang sesuatu yang sederhana, tetapi terkadang luput dari perhatian kita sebagai seorang hambanya allah itulah materi yang akan kita jawab sekaligus menjawab pertanyaan yang kita taruh pada materi kita pada kesempatan hari ini.

Apa sih yang kita cari dalam kehidupan?

Mari kita bareng bareng kita kaji materi ini dengan sebuah niatan, memberikan faedah dan keberkahan dalam kehidupan kita.

Manusia itu, di Antara aktivitas pokoknya dan primernya manusia itu adalah bekerja. Untuk mendapatkan sandang, papan dan pangan itulah merupakan aktivitas primer dalam kehidupan manusia.

Tidak nabi, bukan rasul ataupun nabi dan rasul semuanya memiliki sebuah aktivitas. bagaimana mereka harus bekerja karena bekerja itu merupakan bagian dari kulturnya ibadah dalam kehidupan iman dan sesungguhnya kehidupan kita kapanpun kita hidup di manapun kita hidup diwajibkan bagi kita untuk bekerja.

Karena bekerja dan ibadah itu merupakan sesuatu yang saling berkaitan dan tidak dipisahkan. Rasulullah pun beliau berdagang para sahabat ridwanullah alaihim. Mereka pun memiliki pekerjaan-pekerjaan dalam kehidupan mereka karena pekerjaan itu merupakan kulturnya kehidupan orang sholih, dimana orang solid bukan hanya duduk di masjid, tetapi orang Sholih bagaimana juga mereka bekerja pada kehidupan mereka.

Makanya Alloh menyampaikan kepada kita didalam salah satu ayatnya pada surat Al-Jumuah, ketika Alloh mengatakan

Kalau kamu sudah selesai sholat Jumat, jangan lama lama Dzikirnya sampai sore Ashar ataupun Maghrib enggak.

Alloh menyampaikan Kalau kamu sudah selesai shalat bertebaranlah kamu di atas muka bumi untuk mencari karunia karunia Alloh diatas muka bumi

Dan para ahli tafsir memberikan makna yang paling terpilih bahwasanya Alloh itu mencintai manusia didalam kehidupan mereka beribadah kepada Alloh. Tapi juga mencari karunia karunia yang Alloh sebarkan di atas muka bumi untuk menegakkan tulang kita di dalam kita menjalani kehidupan dan menegakkan tulang kita di dalam kita beribadah itulah pekerjaan.

Ini merupakan aktivitas pokok dan primer kehidupan kita selain kita beribadah kepada Alloh. Makanya ketika kita bekerja, maka ini merupakan bagian dari sebuah perintahnya. Alloh.

Ketika kita bekerja, apabila niatan kita tinggi, bahwasanya kita bekerja supaya kita dan keluarga kita tidak menjadi beban, dan kita bisa membantu orang dengan apa yang kita hasilkan dari pekerjaan kita semakin lebih mulia disisi Alloh.

Dan itu merupakan bagian dari hal yang luar biasa ketika Islam menempatkan pekerjaan pada kehidupan orang yang beriman.

Makanya Islam tidak menerima mereka yang pengangguran. Islam itu tidak menerima mereka yang berpangku tangan. Islam juga tidak menerima orang yang duduk di Masjid lalu menjadi beban bagi orang lain.

Sebagaimana umar pernah menjumpai seseorang berada di dalam Masjid 1 2 hari dan tidak keluar dari Masjid, tetapi dia selalu meminta supaya diberikan dinar dan diberikan dirham.

Umar melihat pemuda ini tidak keluar dari masjid, didatangi sama umar ditendang sama umar antum tahu kan kalau ditendang sama umar sekuat apa tendangan beliau.

Ditendang sama seorang Umar bin Khattab lalu umar mengatakan “ Sesungguhnya langit itu tidak menurunkan emas dan tidak menurunkan perak. Pergilah kamu untuk mencari karunia Alloh.

Itu menunjukkan kepada kita kulturnya kehidupan orang yang beriman itu adalah bekerja, makanya ada sebuah dialog orang Sholih yang luar biasa dan ini merupakan salah satu dialog yang banyak membuat saya mendapatkan inspirasi kebaikan.

Ada seorang ulama yang beliau bernama Tsabit Al Bunani Rahimahullahu taala. Beliau punya majelis, Beliau punya murid. Maka kemudian ada salah satu muridnya yang terlambat dari majelisnya, maka Tsabit Al-Bunani rahimahullahu taala beliau sendiri, muridnya dari Hasan Al-Basri mencari “ini mana murid saya yang satu ini kok dia tidak datang”

Sikapnya ketika mencari muridnya sebagaimana sikap Sulaiman ketika mencari Hud-hud. Ternyata dia tidak mendapati muridnya itu ada. Lalu beliau kemudian tunggu ini kemana murid saya pergi?

Ternyata muridnya datang tergopoh-gopoh terlambat. Lalu kemudian ditanya sama Tsabit Al-Bunani “Kenapa kamu telah. Lalu kemudian muridnya mengatakan “Saya mendapatkan hikmah dalam perjalanan saya datang ke majelis ini.Yang membuat saya terlambat wahai guru kami.

Dengan begitu takzim nya dia menyampaikan hormatnya dan permintaan maafnya kepada gurunya Tsabit Al Bunani ini saya telah karena saya menjumpai ada hikmah yang saya lihat.

Maka Tsabit Al Bunani ini lalu berkata kepada muridnya

Apa yang kamu lihat dari hikmah yang kamu jumpai dalam perjalanan kamu menuju kepada majelis ini.

Hikmah apa sih yang kamu jumpai, begini wahai guruku saya dalam perjalanan tiba-tiba saya melihat di atas pohon ada sarannya burung. Lalu saya menjumpai dari bawah ada burung yang sakit sayapnya dalam kondisi sakit dan tidak bisa dia terbang karena kondisi sayapnya yang sakit. Maka kemudian saya menunggu di bawah dan berpikir darimana rezekinya burung ini ketika sayapnya sakit ketika dia tidak bisa terbang dari satu dahan kepada pohon yang lainnya, lalu rezekinya dari mana?

Karena saya pingin mendapatkan hikmah atas apa yang saya lihat, saya langsung duduk. Saya gelar itu lapak saya duduk, saya menjumpai saya melihat itu, sebagaimana kalau orang ketika melihat sebuah  film saya duduk, saya menjumpai saya pingin tahu dari mana rezekinya burung itu ketika burung itu dalam kondisi sakit, maka ketika beberapa waktu saya menunggu Alloh mengirimkan jawaban, ada burung yang terbang membawa cacing, lalu burung yang terbang membawa cacing sampai kepada sarang burung yang sakit.

Lalu dengan tulus memberikan cacingnya kepada burung yang sakit. Dia terbang lagi. Beberapa saat kemudian membawa cacing lagi, lalu kemudian datang lagi kepada sarang burung yang sakit dan memberikan cacing itu kembali kepada burung yang sakit.

Lalu disitulah saya mendapatkan sebuah hikmah. Hikmahnya apa, Apapun kondisi saya, Saya tidak perlu khawatir terhadap rezeki saya karena apa? Burung yang sakit saja, Alloh kirimkan burung yang sehat untuk membawa cacing kepada burung sakit.

Padahal burung tidak bisa secara penampakan tidak seakan akan memiliki komunikasi. Maka itulah hikmah yang saya jumpai. Perhatikan gurunya. Gurunya ketika mendapati itu disampaikan oleh muridnya, lalu kemudian gurunya berkata, hikmah apa yang kamu jumpai?

Saya tidak perlu khawatir, Kalaupun saya nanti sakit, saya telah tahu siapa rezeki yang akan memberikan kepada saya Alloh yang mengaturnya. Lalu perhatikan Tsabit Al Bunani lalu berkata kepada muridnya.

Kenapa kamu menempatkan dirimu sebagai burung yang sakit?

Kenapa kamu tidak menempatkan dirimu sebagai burung yang sehat yang membawa cacing untuk diberikan kepada burung yang sakit?

Kenapa kamu merendahkan dirimu untuk menjadi burung yang sakit?

Tinggikanlah dirimu untuk menjadi burung yang sehat yang membawa manfaat kepada burung yang sakit. Kita ini orang beriman.

Jangan menempatkan diri kita menjadi beban bagi orang lain. Bekerja lah dengan apa yang Alloh perintahkan dan tolonglah banyak orang dengan apa yang kamu dapatkan dalam pekerjaan itu.

Perhatikan jawaban dari muridnya, beliau mengatakan. Hikmah yang dimiliki oleh guru lebih baik daripada hikmah yang saya miliki. Dialog ini ini bukan dialog imajiner, tapi dialog ini nyata pernah terjadi diantara orang Sholih untuk menggambarkan satu faedah dalam kehidupan kita. Bahwasanya bekerja dengan sebuah niatan untuk mencukupi keluarga kita dan tidak menjadi beban bagi orang lain. Itu merupakan bagian dari ibadah.

Dan ini merupakan bagian dari kulturnya kehidupan orang muslim bahwasanya mereka itu adalah pekerja.

Link Video : Kultur Kehidupan Orang Beriman

SEMOGA BERMANFAAT

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa istri yang dibenci Alloh

  اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya.   Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pertanyaan : D osa seperti apakah dan dosa sebesar apakah dosa - dosa seorang istri yang paling dibenci oleh All o h? Syukron Wa ssalamu ’ alaikum warahmatullahi wabarakatuh.   Jawab : S emua dosa dibenci oleh All o h. Allah tidak senang dengan dosa. Dan dosa gede itu adalah disaat kita meremehkan dosa tersebut. Dosa apapun kalau anda remehkan jadi gede. Maka jangan sekali kali ada mere...

Cara Menjaga Iffah dan Izzahnya Wanita di Akhir Zaman

  اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya. Pertanyaan : I zin bertanya U stad. Terkait seorang muslimah yang memang dia belum menikah ingin menjaga iffah dan izahnya U stadz terus melihat juga zaman sekarang yang semakin canggih, maju melesat dengan cepat sehingga emang kadang susah gitu mengimbangi apalagi seorang muslimah yang sering ke bawa bawa d engan lingkungannya yang enggak baik gitu Ustadz bagaimana cara mengimbangi kita agar di samping kita bisa menjaga iffah dan izzah, kita juga...

Hukum Umrah

  اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya. HUKUM UMROH عُمْرَةٌ ذَهَبَ المالِكِيَّةُ وأكْثَرُ الحَنَفِيَّةِ إلى أنَّ العُمْرَةَ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ فِي العُمُرِ مَرَّةً واحِدَةً وذَهَبَ بَعْضُ الحَنَفِيَّةِ إلى أنَّها واجِبَةٌ فِي العُمُرِ مَرَّةً واحِدَةً عَلى اصْطِلاَحِ الحَنَفِيَّةِ فِي الواجِبِ Menurut madzhab Maliki dan mayoritas madzhab Hanafi bahwa umroh hukumnya sunnah muakkadah seumur hidup sekali, menurut sebagian ulama’ hanafiyah, bahwa umroh hukumnya wajib seumur hidup sekali, ...