اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya.
Untuk yang Suka Bersedih Dengarkan ini
Saudaraku yang dimuliakan Alloh, kita sebagai manusia tentunya memiliki rasa yang beraneka ragam, senang, suka, cinta, sayang, dan bahkan sedih.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satunya yaitu mengenai rasa sedih.
Salah satu yang membuat keimanan seseorang menurun adalah rasa sedih, sampai Ibnu Qayyim Al-Jauziya mengatakan “Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan bagi setan, kecuali ketika seorang mu’min itu bersedih”.
Jadi ketika seorang mu’min bersedih setan akan masuk dan setan akan mendekati dia karena setan suka ketika ada seorang mu’min bersedih dengan kata lain kita tidak boleh bersedih apabila kita tidak mau dicintai setan.
Lalu bagaimana jika kita dilarang bersedih sedangkan ujian dari Alloh bertubi-tubi..?
Kita dapati petunjuk dari Alloh untuk orang – orang yang beriman dalam QS. Al-Baqarah : 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Takut dan sedih itu wajar tetapi apabila hal tersebut berlebihan maka efeknya bisa meninggalkan Ibadah. Contoh seperti tuntutan kerja yang takut dan sedih akan dipecat.
Kemudian petunjuk kedua ada dalam QS. Al-Baqarah : 112
بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Link Video : Nasihat Bagi Yang Bersedih
SEMOGA BERMANFAAT
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Komentar
Posting Komentar