ADAB BERDOA KEPADA ALLOH
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudaaraku yang dirahmati Alloh subhanahu wa ta'ala
Taukah kita bahwa manusia itu akan berada dipusaran kebaikan selama mereka itu mencintai setiap nasihat-nasihat yang disampaikan kepada mereka, kalau antum ingin mengerti seseorang itu baik ataupun tidak maka sesungguhnya cara kita untuk mengetahui orang itu akan berada didalam kebaikan yaitu adalah ketika ia mencintai setiap nasihat-nasihat yang ada dalam Agama yang dia yakini dan tidak ada nasiha yang paling baik kecuali adalah nasihat yang disampaikan oleh Alloh dan Rosul-Nya.
Karena sesungguhnya nasihat yang disampaikan Alloh dan Rosul bersih dari segala macam tujuan duniawi dan bersih dari segala tendensi yang merugikan kita selaku manusia. Para salah sampai berkata “Sesungguhnya antum berada senantiasa dalam kebaikan didalam pusaran kebaikan dan ketaatan selama antum menjadi orang yang mencintai setiap Nasihat dan tidak ada nasihat yang paling sempurna kecuali adalah nasihat yang disampaikan Alloh diatas Ars-Nya dan yang disampaikan Nabi dalam sunnahnya, karena nasihat mereka hanya : 1. Memberikan kemaslahatan hidup dalam orang yang beriman dan memberi kebahgiaan dalam kehidupan kita dikampung Akhirat.
Tidak ada pembicaraanyang lebih baik kecuali Nasihat Alloh, inilah pula yang manjadikan kita bahwa membicarakan tentang nasihat Alloh didalam kitabnya bagaikan kita berada ditaman yang sedang berbuah.
Bayangkan kita berada didalam taman yang berbuah manis dan kita memetik dimana buah itu berfaedah dalam kehidupan kita. Sama pula ketika kita berada pada nasihat yang disampaikan Alloh maka pada dasarnya kita sedang memetik buah yang manis dimana buah itu akan berfaedah dalam kehidupan kita.
Oleh karenanya dalam kesempatan kali ini kita akan membicarakan tafsir tentang satu ayat yang sering kita baca didalam setiap Rakaat ketika kita melaksanakan Sholat. Tapi terkadang walaupun itu sering kita baca didalam Sholat kita tapi terkadang kita tidak mengarti makna yang sebenarnya yang dimiliki oleh ayat itu.
Padahal ayat itu membuat banyak faedah yang harus kita ketahui supaya ketika kita membacanya ketika Sholat betul-betul terikat dengan makna yang kita fahami dan mampu merubah kita dan mampu menjadikan kita orang yang betul-betul bertaqwa didepan Alloh.
Ayat apa yang akan kita bicarakan dalam kesempatan ini, yaitu adalah ayat yang ke 6 didalam Surat Al-Fatihah ketika kita pasti mengetahui bahwa Al-Fatihah merupakan Surat yang menjadi Syarat Sah-nya Sholat dimana kita pasti membaca Surat itu didalam Sholat kita dan pasti kita membaca ayat yang ke 6 didalam Surat Al-Fatihah.
Kita tidak membicarakan tentang keutamaan Surat Al-Fatihah karena itu menjadi pembahasan yang panjang, tetapi kita akan mengambil satu ayat dimana ayat itu membrikan faedah banyak dalam kehidupan kita selaku hamba-Nya.
Apa ayat ke 6 didalam Surat Al-Fatihah yang senantiasa kita ucapkan didalam setiap sholat kita yaitu ayat :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Walaupun ayat ini adalah ayat yang pendek, tetapi pahami bahwa sebagai mana ayat sebelumnya bagai samudra ilmu sebagaimana para ulama berlomba untuk menggoreskan ilmu dan faedah yang dimiliki oleh ayat ini.
Kalau kita kemudian tidak memahami setiap samudra yang dimiliki oleh setiap ayat yang dimiliki Surat Al-Fatihah rugi, karena ribuat Rakaat yang kita kerjakan tidak akan berubah dan tidak akan merubah kita menjadi lebih baik kalau teman-teman senantiasa membaca Al-Fatihah tetapi ternyata kosong ruhnya dari makna yang dimiliki dari setiap ayat karena tidak ada satu kata yang penuh dengan samudra ilmu kecuali kata yang disampaikan oleh Alloh.
Karena sungguh Wallohi dengan keimanan dan keyakinan kita yang setiap ayat Alloh terangkan didalam kitab-Nya berisi ribuan faedah yang berkewajiban kita mengetahui makna itu supaya betul-betul Qur’an hanya sebagai pengiring dalam kehidupan tetapi Qur’an itu sebagai pegangan dan pedoman dalam kehidupan kita dan inilah wajibnya bagi kita mengetahui tafsir yang benar ketika kita membaca Al-Quran supaya betul-betul lurus pemahaman kita sebagaimana yang diinginkan dan ditetapkan oleh Alloh subhanahu wa ta'ala.
Mari kita ambil pelajaran – pelajaran yang ada didalam ayat ini, ayat yang ke 6 didalam Surat Al-Fatihah, ketika Alloh berfirman : اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Imam Ibnu Katsir lalu menerangkan Faedah yang PERTAMA yang kita petik didalam ayat ini adalah Alloh itu menerangkan kepada kita bagaimana tata cara kita berdoa pada-Nya dan memohon dan meminta kepada-Nya. Perhatikan ayat ke 6 dalam Al-Fatihah bukan menerangkan tentang hukum fiqih bukan menerangkan hukum ibadah tetapi sesungguhnya itu merupakan ayat dimana ayat itu redaksinya adalah redaksi doa dan permohonan seorang hamba kepada Robb-nya.
Tetepi kalau kita perhatikan di ayat ini Alloh menerangkan kepada kita bahwa tentang adab kita dan akhlak kita didalam kita berdoa. Mana yang menunjukan akhlak berdoa didalan ayat ini, perhatikan teman-teman sekalian didalam ayat ini diletakan oleh Alloh pada ayat yang ke 6 didahului ayat :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Disinilah kita mengerti bahwa adab yang Alloh ingin didik kita ketika kita meminta kepada Robb yang kita sembah tentang semua hajat dan permohonan kita selaku hamba jangan meminta kepada Alloh sampai kita sampai kita memuji Alloh terlebih dahulu ketika kita memohon kepada-Nya.
Makanya kita perhatikan
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Adalah pujian terhadap Alloh
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Adalah pujian lagi terhadap Alloh
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
Menetapkan Ibadah hanya kepada Alloh
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Menetapkan Ibadah pula kepada Alloh
Maka setelah kita memuji Alloh dan menetapkan Ibadah barulah Alloh menerangkan Ayat yang ke 6
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Kita meminta petunjuk kepada Alloh, jadi ini memberi pelajaran kepada kita doa itu bagian dari ibadah, doa itu ditetapkan di Kitabulloh dan Sunnah. Kita berdoa kepada Alloh tidak boleh kita berdoa menurut selera kita, tetapi ketika berdoa ketahui bagaimana Adab ketika berdoa kepada Alloh, supaya kita meminta kepada Alloh dengan cara yang benar.
Ingat teman-teman “Doa itu Ibadah” taukah saudaraku artinya..?
Salah satu tidak boleh menyerahkan doa kecuali hanya kepada Alloh, yang dinamakan Ibadah berarti kita ketika meminta kepada Alloh berapa banyak kita memohon kepada Alloh maka setiap lembaran doa kita datang dari harta yang bersih hati yang ikhlas dan iman yang tidak tercampur kesyirikan maka itu menjadi ibadah kita kepada Alloh subhanahu wa ta'ala.
Tidak pernah kita dapati Dzat yang begitu sempurna dalam memberikan Rahmat-Nya dalam kehidupan hamba-Nya kecuali Alloh. Kita akan mendapati persoalan Ibadah beda antara Kholiq dan Makhluk, kalau kita meminta kepada Makhluk sebaik apapun Makhluk itu dalam kedermawanan satu hari ketika teman-teman meminta dengan dia mungkin dia senyum, dua hari teman-teman meminta senyumnya mulai berkurang, tiga hari teman-teman meminta lagi sudah mulai berkurang banyak, empat hari masuk meminta lagi maka akhirnya senyumnya sudah hilang, lima hari meminta sama dia mungkin dia akan berkata kepada teman-teman sekalian “kenapa antum meminta ana terus akhi, minta ke yang lainnya banyak orang yang muhsinin daripada ana”
Itu makhluk, sebesar apapun makhluk dermawan tetap mempunyai sifat bakhil didalam diri kita karena itulah sifat dasar manusia, dia mempunyai sifat Bakhil. Tetapi berbeda dengan Robb yang kita sembah Alloh itu Dzat yang paling senang ketika diminta oleh hambanya, maka setiap hambanya meminta Alloh selalu terima, Alloh menjadikan itu sebagai Ibadah.
Makanya banyak-banyak lah meminta kepada Alloh dalam setiap Hajat disetiap kebutuhan. Pertama dalam urusan akhirat yang Kedua dalam urusan dunia kita.
Karena ada dalam Hadits Shohih Nabi pernah berdoa diwaktu Ashar menjelang Maghrib. Padahal kita ketika berdoa 15 menit saja sudah bingung minta apa, ternyata Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam betul-betul menunjukan kepada kita bagaimana butuhnya beliau kepada Alloh sampai beliau mampu menunjukan semua rasa butuhnya kepada Alloh dan selalu menunjukan dengan minta kepada Alloh, Tidak ada yang rugi dalam berdoa.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah : 186)
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Gafir : 60)
Ketika Doa yang dipanjatkan tidak ada niat memutuskan silaturahmi dan tidak ada niat mendatangkan dosa maka doanya pasti akan dikabulkan oleh Alloh dengan tiga macam cara, pahami jika teman-teman berdoa merasa tidak dikabulkan.
Doalah kepada Alloh dengan cara yang benar, yang mustahil menjadi mustajab, perbanyaklah berdoa dalam urusah akhirat. Karena sesungguhnya itulah yang menjadi prioritas kita dalam berdoa.
Dan Alloh mengajarkan apabila berdoa kepada Alloh didalam ayat ini maka berdoalah kepada Alloh dengan cara memujinya terlebih dahulu.
SEMOGA BERMANFAAT




Komentar
Posting Komentar