Selalu Fakir
Bagaimana amal kita bisa diterima..?
Yaitu Selalu Fakir, lalu apa fakir itu..?
Yaitu hidup yang kurang atau kekurangan dalam hidup secara fisik dan hati sedangkan miskin kekurangan dalam fisik tetapi hatinya tidak merasa kekurangan,
Dari Abu Hurairah Ra., Nabi Saw, beliau bersabda,
"Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta dunia, akan tetapi kekayaan yang hakiki itu adalah kaya akan jiwa." (HR Al-Bukhäri-Muslim).
Jikalau mau doanya didengar oleh Alloh, amalnya diterima oleh Alloh Fakirlah dihadapan Alloh jangan dihadapan manusia, dihadapan manusia boleh miskin tapi jangan fakir, maka dari itu didepan Alloh Fakir dan Miskin sekaligus, jangan terbalik didepan manisia fakir didepan Alloh miskin itu sama saja dengan Sombong.
Jaman Umar bih Khotob nyaris tidak ada orang fakir, yang kekurangan itu rata-rata miskin dan tidak fakir, sampai ada seorang perempuan yang memiliki beberapa orang anak sudah tidak ada lagi yang dimasak, yang dimasak adalah Batu. Beliau tida meminta kepada tetangga atau orang lain. Tetapi Alloh itu Ar-Rozzaq
Dalil yang menunjukkan Allah Maha Pemberi Rezeki di antaranya:
Mengenai nama Allah Ar Razzaq, Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 58).
Mengenai sifat Allah memberi rezeki disebutkan dalam ayat lain,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Huud: 6)
وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا قُلْ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki.” (QS. Al Jumu’ah: 11).
Maka dari itu Alloh mengirim Umar bin Khotob pada waktu itu dan Umar bertanya-tanya “Ni masak apa ya Alloh, kok tidak matang-matang” kemudian ibu itu memberitahukan apa yang dimasak dan Umar langsung mengirimkan baham makanan ketempat perepmpuan tersebut, dan ternyata suaminya itu orang yang gugur didalam perjuangan yang harusnya dapat tunjangan dari pemerintah, dan Umar pun menawarkan jika bahan makanan sudah habis bisa langsung ambil atau jika bahan makanan belum habis akan saya kirim. Jadi pada jaman sahabat rata-rata miskin, bukan fakir sedangkan dijaman sekarang rata-rata fakir, bukan miskin sampai ada yang disebut KAMPUNG PENGEMIS dan rumahnya pun tergolong bagus hanya dengan berkerja sebagai mengemis dan itu yang disebut fakir.
Maka dari itu yang dikedepankan adalah dipupuk rasa Iftiqor.
Lalu apa itu Iftiqor..?
Iftiqor Ilalloh adalah merasa memfakirkan diri merasa kurang, merasa lemah dihadapan Alloh, jadi walaupun sudah hidup serba tercukupi akan tetapi tetap merasa Fakir atau mengeluh kepaada Alloh, jangan kepada Manusia.
Mintalah kepada Alloh dengan sebenar-benarnya, Insyaa Alloh akan dikabulkan
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيد
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (QS. Fatir : 15)
Link Video : Selalu Fakir
SEMOGA BERMANFAAT


Komentar
Posting Komentar