DOA DIANTARA DUA PERSIMPANGAN
1. Berdoa sekedar menjadi rutinitas, hanya mengucapkan atau mengaminkan... tidak pernah hadir dalam hatinya.
2. A. Senantiasa berdoa tapi sebatas berdoa tidak ada ikhtiar, dipahami tapi setengah-setangah dan tidak mentadaburi
B. Berdoa berusaha mentadaburi maknanya dan menghadirkan hatinya atau berdoa merenungi artinya saja, tidak mengetahui doa dari mana dan siapa
C. Berdoa dan mencoba memaknai setiap latar yang ada pada doa dari mana dan siapa dan mengapa Alloh abadikan dalam Al-Quran.
ADA BANYAK DOA
1. Doa para malaikat
2. Doa Ash habul Kahfi
3. Doa Para Nabi
4. Doa yang menjadi Ash habul A’raf
(Orang yang tertahan dipintu surga)
Yang sering kita jumpai adalah doa yang tertulis artinya
Tidak hanya mengevaluasi sholat tapi juga mengevaluai doa, karena doa itu tidak bersifat remeh tapi doa itu sifatnya besar / sifat yang bisa merubah, itu lah doa
Doa dan takdir itu saling mendahului di hari kiamat, tidak ada sesuatu yang bisa merubah takdir ke takdir yang lebih baik kecuali Doa
MANUSIA DIPUTARAN DOA
1. Ada yang tidak berdoa karenga dianggap tidak merubah apapun, dan tidak berdoa sama sekali
2. Ada yang berdoa tapi sebagai rutinitas, tetapi tidak hadir hatinya atau doa sedikit saja kareng merasa Alloh sudah tau isi hatinya
3. Ada yang berdoa membaca artinya
4. Ada yang berdoa dan memahami latar belakangnya
Banyak perkara yang dimulai dari Doa
Rosululloh memenangkan perang badar diawali dengan Doa
Saat perang itu terjadi Rasulullah berdoa:
ISTIMEWA
Allahumma anjis lii maa wa'adtani, Allahumma aati maa wa'adtani, Allahumma
in tuhlik haadzihil 'ishoobah min ahlil islaam laa tu'bad fil ardhi.
Artinya: "Ya Allah, penuhilah untukku apa yang Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikan apa yang telah Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau biarkan pasukan Islam ini binasa, tidak ada lagi yang menyembah-Mu di muka bumi ini." (HR. Muslim dan Ahmad)
Doa itu diucapkan dengan penuh keyakinan dan menghadirkan hati dan pikiran juga ditundukan karena mengerti arti setiap doa yang dipanjatkan ke Alloh.
Tidak ada orang diatas bumi ini yang menjadi pahlawan mereka mampu memberikan hal terbaik kecuali mereka Berdoa.. Doa itu kekuatan
Umar bin Khottab pernah menyampaikan,
Umar bin Khattab pernah berkata, “Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa.”
Maka dari itu doa adalah salah satu indikator keimanan seseorang, semakin paham dengan Alloh semakin ia berdoa kepada Alloh, seperti keyakinan seorang anak, kalau ia yakin kepada orang tuanya ia tidak pernah ragu meminta kepada orang tuanya ketika ia masih kecil, karena ia yakin orang tuanya memberikan apa yang ia minta.
Doa tidak hanya sekedar pahala dan dosa, doa tidak sekedar permintaan, doa suatu penegasan bahwa Alloh mampu mengabulkan apa yang kita minta, dan Alloh mengukur manusia dari setiap Doanya.
Umar bin Khattab pernah berkata, “Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa.”
Hal yang luar biasa didalam doanya, contoh :
Nabi Zakaria diberi keturunan diusia tidak muda
Nabi Ibrohim diberi keturunan dimasa tuanya
Takdir memang ditetapkan oleh kita, tapi Doa dan takdir saling mendahului sampai hari kiamat
Orang yang berdoa sebenanya mengetuk pintu langit
Mungkin salah satu ruwetnya benang atau masalah yang terjadi pada kita atau bahkan negeri kita, mungkin karena Doa kita belum diangkat keatas langit, sehingga Alloh belum menurunkan pertolongannnya dikarenakan Alloh ingin melihat kesungguhan kita dalam berdoa..
Ada yang hanya sekedar mengaminkan bahkan yang mengaminkan tidak tau arti doa dari orang lain atau Imam...
Bodoh
didalam urusan Fiqih dan faroit mungkin di maklumi, tapi jika bodoh diurusan doa
kita sulit untuk memaklimi, karena kamu meminta aja tidak paham apa yang kamu
minta...
SEMOGA BERMANFAAT

Komentar
Posting Komentar