Langsung ke konten utama

Talak Ketika Marah

 

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya.

 

TALAK KETIKA MARAH

طلاق الغضبان: يفهم مما ذكر أن طلاق الغضبان لا يقع إذا اشتد الغضب، بأن وصل إلى درجة لا يدري فيها ما يقول ويفعل ولا يقصده. أو وصل به الغضب إلى درجة يغلب عليه فيها الخلل والاضطراب في أقواله وأفعاله، وهذه حالة نادرة. فإن ظل الشخص في حالة وعي وإدراك لما يقول فيقع طلاقه، وهذا هو الغالب في كل طلاق يصدر عن الرجل؛ لأن الغضبان مكلف في حال غضبه بما يصدر منه من كفر وقتل نفس وأخذ مال بغير حق وطلاق وغيرها.


Talak ketika marah : sebagaimana yang telah difahami, bahwa talak ketika marah tidak dianggap jika dalam keadaan marah sekali, yang mana ditengarai telah sampai pada derajat tidak menyadari apa yang diucapkan atau dikerjakan dan tidak mempunyai maksud sama sekali. Atau sampai pada kondisi di mana ia telah lepas kontrol dan kendali dalam perkataan dan perbuantanya, dan kondisi seperti ini sangat jarang terjadi.
Apabila seseorang masih dalam keadaan sadar dan mengetahui apa yang ia katakan maka talak dianggap ( sah ), dan inilah yang sering terjadi dalam kasus talak dari suami, dikarenakan marah tetaplah dianggap mukalaf dan dihitung segala yang muncul darinya seperti kufur, membunuh, mengambil harta orang lain, talak dan lain sebagainya.

 

SEMOGA BERMANFAAT

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa istri yang dibenci Alloh

  اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya.   Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pertanyaan : D osa seperti apakah dan dosa sebesar apakah dosa - dosa seorang istri yang paling dibenci oleh All o h? Syukron Wa ssalamu ’ alaikum warahmatullahi wabarakatuh.   Jawab : S emua dosa dibenci oleh All o h. Allah tidak senang dengan dosa. Dan dosa gede itu adalah disaat kita meremehkan dosa tersebut. Dosa apapun kalau anda remehkan jadi gede. Maka jangan sekali kali ada mere...

Cara Menjaga Iffah dan Izzahnya Wanita di Akhir Zaman

  اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala yang menciptakan manusia dan memberi petunjuk berupa Al-Quran dan pada suatu saat kita akan kembali pada-Nya, Sholawat serta salam kita curahkan kepada Rosululloh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kita berharap ketika kembali kepada Alloh subhanahu wa ta'ala kita adalah orang yang diakui oleh Rosululloh Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari sebagian daripada umatnya. Pertanyaan : I zin bertanya U stad. Terkait seorang muslimah yang memang dia belum menikah ingin menjaga iffah dan izahnya U stadz terus melihat juga zaman sekarang yang semakin canggih, maju melesat dengan cepat sehingga emang kadang susah gitu mengimbangi apalagi seorang muslimah yang sering ke bawa bawa d engan lingkungannya yang enggak baik gitu Ustadz bagaimana cara mengimbangi kita agar di samping kita bisa menjaga iffah dan izzah, kita juga...

Pernikahan Membawa Petaka

Semua orang memimpikan kebahagiaan dalam pernikahannya, Istri yang Sholehah, Qonaah, Sabar, Penyanyang, dan lain sebagainya. Namun ada suatu pernikahan justru membawa kesengsaraan atau petaka bagi kita. Bagaimana kepribadian teman-teman sekalian, apakah rajin sholat?, sholat sunnahnya banyak?, Puasanya juga banyak?, Sedekahnya banyak? Bahkan sampai dilabelkan Ibadahnya luarbiasa, lalu apa sebab pernikahan yang membawa petaka itu.? Rosululloh shallallahu alaihi wasallam pernah bertanya kepada seorang perepmpuan (seorang ibu) “Bagaimana keadaanmu, perasaanmu,keridhoanmu atau hubunganmu terhadap anakmu?” Kemudian ibu itu menjawab “Wahai Nabi, sesungguhnya saya itu masih memendam satu rasa marah atau dibuat marah oleh anakku” Teman-teman sekalian, dari kejadian diatas perlu dicatat seorang anak rajin beribadah dan hanya satu kali membuat ibunya marah, lalu apa yang   membuat perempuan tersebut marah, kecewa, sakit hati terhadap anaknya..? Satu dosa yang bisa menggugurkan...